Superbank telah menunjukkan kinerja keuangan yang solid dengan jalur menuju profitabilitas yang cepat dan terukur. Dalam waktu kurang dari satu tahun setelah peluncuran publik, Superbank berhasil mencatatkan laba bersih pada Kuartal I 2025, dan terus memperkuat kinerjanya hingga membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 143,3 miliar pada akhir Desember 2025.
Efisiensi operasional yang semakin baik tercermin dari rasio Cost-to-Income (CIR) yang membaik menjadi 70,52%. Pada saat yang sama, Superbank tetap menjaga kualitas fundamental yang kuat dengan Net Interest Margin (NIM) sebesar 10,64% serta Capital Adequacy Ratio (CAR) yang sangat solid di 93,24%.
Pencapaian ini mengukuhkan posisi Superbank sebagai bank dengan layanan digital yang tidak hanya mampu tumbuh pesat, tetapi juga kokoh bertumpu pada tata kelola yang kuat dan berkelanjutan.